Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

CERPEN: THE LAST MOMENT

The Last Moment "Mati... Adalah saat terindah dalam kehidupan" Kata-kata yang selalu ia ucapkan padaku. Menggumamkan dengan senyum menjijikkan. Sampai terakhir, aku meragukannya. Tak bisa mengerti arti dibalik perkataan itu. Bahkan saat maut mengunjunginya dan aku melihat dengan kedua mataku sendiri bagaimana ia mati, aku masih tak bisa melihat keindahan. Seperti yang ia katakan, mungkin mata dan hatiku memang sudah terlumuri bergerombol debu yang sulit dibersihkan. Mungkin, jiwaku sudah teredam dalam berbagai noda mengeras. Hingga aku tak bisa melihat keindahan yang ia maksud. Hingga, keindahan itu tak bisa terpantulkan pada penglihatanku. Atau bahkan, mungkin malah dialah yang terlalu bodoh. Bagaimana bisa aku melihat setitik pun keindahan ketika ia mati dengan sangat menyedihkan. Terbujur kaku dalam kedinginan malam berhujan, dalam kekosongan ruangan tak berpenghuni. Saat seorang polisi menghubungiku, dengan perasaan sedingin es, aku pergi ke rumahnya. Me...